Senja kata sebuah suasana
Hanya bersandar sepi
Dan duka dalam jiwa
Kurenungi jejak-jejak perjalan hidup
Tak bisa lenyapkan beban
Yang menyumbat dalam dada
Aku benci pada diriku
Akan kumusuhi degup-degup dikiri dadaku
Lalu kusesatkan perjalanan hidup
Ingkari nurani dan kata hati
Diruangan tak seberapa luas ini
Tempat dimana aku biasa rebahkan diri
Enyahkan lelah penat-penat otak
Didingnya terpajang bingkai
Berpuluh gambar pose-pose diri
Dan aku tak kuasa lagi meredam sesuatu yang menyumbat
Satu demi satu kuhancurkan
Berpuluh bingkai gambar pose-pose diri
Dengan kepal tangan kekar namun lusuh
Bersama jiwa yang memang rapuh
"Kawanku mana jiwa yang dulu tegar"
Tegur bayangan pada cermin retak.
Pondok gede 09-08-1996
lanjut broo....
23.8.11
"KONFLIK II"
"DENGAN MIMPI"
Dengan mimpi
Ku tempuh masa-masa lalu
Dengan mimpi
Ku arungi kerinduanku yang teramat panjang
Dengan mimpi
Ku bunuh gejolak-gejolak jiwa
Dengan mimpi
Ku sapa wanita yang dulu
Dengan mimpi
Ku rasuki jiwa-jiwa terluka
Dengan mimpi
Ku cari seberkas keinginan
Dengan mimpi
Ku ludahi muka-muka binal
Dengan mimpi
Ku musuhi diri sendiri
Dengan mimpi
Ku ceritakan mimpi
Pondok gede 01-08-1996
lanjut broo....
22.8.11
"KONFLIK"
Kubu A
Anggap ini benar
Kubu B
Tak mau dipersalahkan
Dua kubu saling debat,pikat
Lontarkan kata-kata
Tak puas,naik pitam
Baku hantam,saling lempar
Sembunyi tangan
Jatuh korban
Sia.
pondok gede 29-07-1996
lanjut broo....
18.8.11
"EMILI"
Entah karena nyanyian kerinduan atau kesendirian yang memuncak
Neng wajahmu selalu terkaca di tv game dikesendirianku
Yang terus mengelayuti diketakberdayaanku
Antara
Neng ........
Gelisah itu semakin menusuk
Riuh dan gemuruh suara pasar tradisional
Aahh.... tak mampu pecahkan kesepianku
Emili,
Neng inikah yang dinamakan bahasa kasih sayang, atau
Imajinasi panjang tanpa batas.....
15.8.11
"MERDEKA 1/2 TIANG"
MERDEKA ! MERDEKA ! MERDEKA !
INDONESIA KU PLINTAT PLINTUT MERAH PUTIH KU COMPANG CAMPING
16 agustus 2010
lanjut broo....
"DALAM PELUKAN IBU"
DALAM PELUKAN IBU
Awal malam bulan sembilan
Kuseret langkahku diaspal becek
Karna baru saja turun hujan
Sembari kukenang wajah-wajah kekasih Yang dulu pernah hiasi hari
Bersama bulatnya rembulan penuh
Dan lalu genangan-genangan air
Dibentuk oleh aspal cekung,rusak
Kulihat wajah ibuTersenyum manis,
Begitu indah, Lantas silih berganti wajah-wajah kekasih
Dalam bentuk topeng-topeng,barongsai atau wajah-wajah buruk
Aku tetap dikesendirian Lanjutkan perjalanan jauh
Temui sosok wajah ibu
Disebuah desa dikaki gunung
Dirumah mungil tanpa pagar besi
Yang memang masih seperti dulu
Kuketuk pelan pintu rumah
Ibu peluklah anakmu ini
Dengan pelukan kasih sayang murni
Ibu peluklah dan jangan lepaskan
Dalam pelukan ibu aku damai
pondok gede, 01-09-1996
lanjut broo....
“REMBULAN RANUM”
Kala rembulan ranum kembali bersinar
Hembusan angin malamnya serasa begitu segar
Kembalikan daya hayalku
Dalam masa tiga tahun mundur kebelakang
Kala rembulan ranum bersinar
Disampingku dulu masih ada desah kasih sayang
Desah yang membuatku selalu bergairahDesah yang membangkitkan semangathidup
Desah yang mampu meredam segala amarah Desah dan senyum teramat manis
Desah yang mampu muntahkan segala resah
Desah disampingku entah pergi kemana
Entah masih dikota ini
Entah dan segala entah
Entah desah disampingku mungkin teringat akan rembulan ranum
Entah Entah dan Entah.
Pondok gede 1 juli 1996(DAKTA FM 8 juli 1996)
lanjut broo....
''DERU SEBUAH VW KODOK''
Dimalam hari menjelang subuh
Dan keluarlah lelaki tegap
Dikuncir rambutnya,tersenyum bibirnya
Tukiyem terdiam sejenak,bengong sejenak,tersipu sejenak
Lalu tersenyum,mengangkat rok mininya berlahan
Yang memang sudah setengah batas kemaluanya
Tukiyem menatap,memeluk sejenak,menciumi sejenak
Bergumul dirumput hijauDisaksikan bintang-bintang
Bercahayakan rembulan setengah
Berpenyejuk ac alam Bermandi peluh buah kenikmatan
Tukiyem mendesah,membelah sepi malam
Dibiarkan dadanya terbuka yang sebesar apel washington
Tukiyem terima uang recehan
Imbalan pemuas cinta satu malam
Tukiyem bahagia sejenak karna esok ia masih bisa menyambung hidup
Tukiyem terperanjat dari bahagia sejenak
Berfikir sejenak,merenung sejenak,diam sejenak
Tukiyem suarakan beberapa kata
"AKU TUKIYEM WANITA PENJAJAK CINTA,MUNGKIN LEBIH MULIA DARI PARA KORUPTOR DAN PENGHIANAT BANGSA"
Pondok gede 06-02-1997 lanjut broo....
"kepada siapa aku bertanya"
Kepada siapa aku bertanya ketika darahku tak lagi merah
Kepada siapa aku bertanya ketika tulangku tak lagi putih
Kepada siapa aku bertanya ketika didada kiriku tak ada lagi garuda
Kepada siapa aku bertanya ketika didada kananku tak ada lagi sang merah putih
Kepada siapa aku bertanya ketika tangan kekarku tak mampu lagi menghunus bambu runcing
Kepada siapa aku bertanya ketika mulutku tak mampu lagi ucapkan pekik merdeka
tanah baru depok 10-08-2009
